Kekurangan Yang Harus Dilengkapi 2 Merseyside Derby Kedepannya

Kekurangan Yang Harus Dilengkapi 2 Merseyside Derby Kedepannya


Di musim yang seharusnya menandai lahir kembalinya Merseyside Derby sebagai kekuatan sepakbola yang harus diperhitungkan. Liverpool dan Everton telah memasuki jedah Kualifikasi Piala Dunia dengan rasa putus asa dan mencari tombol reset usai gagal menjalani laga pramusim dalam dua bulan terakhir dengan hasil yang baik.

Banyak prospek yang mengatakan bahwa Everton dan Liverpool akan kembali seperti di tahun 1980, di mana pada saat itu kedua klub tersebut sama-sama berjuang untuk mendapatkan medali perak secara reguler.


Kekuatan finansial Everton baru ditemukan setelah adanya keputusan dari pemegang saham mayoritas (Farhad Moshiri), serta kembalinya Liverpool ke Liga Champions, membuktikan bahwa keyakinan tinggi dari Merseyside untuk menantang kelas berat seperti Manchester dan London.

Namun di Minggu pertama bulan Oktober ini, langit cerah di Anfield dan Goodison Park seketika digantikan dengan awan gelap, saat kedua klub tersebut terancam tidak akan menunggu untuk lebih dari satu kali lagi.

Everton Menelan Kekalahan saat menjamu Burnley di Goodison Park Stadion

Ronald Koeman (Pelatih Everton), usai menyaksikan tim Everton-nya mengalami kekalahan ke empat kalinya dari tujuh pertandingan saat bermain di kandang menghadapi Burnley, namun Koeman tetap mendapatkan kepercayaan publik dari Moshiri. Sedangkan Jurgen Klopp mendapatkan hasil imbang 1 - 1 saat bertandang ke kandang Newcastle United. Sepanjang konfrensi persnya pasca pertandingan, klopp mengecualikan kepada wartawan yang mengatakan bahwa satu buah poin adalah pengembalian yang adil usai bertanding 90 menit di St. James Park.

Saat ini kedua Manchester sedang bersinar dengan sangat terang, United dan City duduk tenang di puncak klasemen dengan total perolehan poin yang sama (19 Poin). Sedangkan itu, Merseyside masih berjuang keras untuk melaju lebih cepat dari gigi satu (seperti kita membawa kendaraan).

Optimisme yang berhasil diraih Liverpool saat menghancurkan Arsenal dengan skor 4 - 0 di Anfiled Stadion lalu, kini telah mulai menguap, berdasarkan tujuh pertandingan yang dilaksankan, hanya satu kemenangan tersebut yang berhasil diraih oleh The Reds (julukan dari Liverpool) sampai saat ini.

Sedangkan dari sisi Stanley park Goodison, pengeluaran Everton di musim panas kali ini diketahui telah mencapai angka 140 juta poundsterling, dan para penggemar menanyakan mengapa uang sebesar 65 juta pounds dari pentukaran Romelu Lukaku dan Wayne Ronney bersama Manchester United tidak digunakan untuk mendatangkan pemain tengah bertahan yang telah terbukti produktifnya seperti pemain tengah asala Belgia itu.

Dan lagi aspek lain yang paling memprihatinkan bagi kedua klub adalah masalah yang seharunya telah mendorong mereka untuk lebih cepat lagi diselesaikan di musim lalu belum terselesaikan sampai saat ini.

Everton kehilangan tujuannya serta lukaku. Pemain berusia 24 tahun tersebut telah menciptakan 68 gol dari 141 penampilan di Premier League dalam empat tahun di Everton. Jadi kehilangan ini seharunya menjadi prioritas saat ini.

Manchester United dan Everton Mencapai Kesepakatan Tukar Pemain dengan baiaya 65 Juta Poundterling

Upaya ambisius yang digencarkan oleh Everton guna medatangkan serta merangkul Diego Costa dan Olivier Giround kedalam tim guna mengganti lukaku, berakhir dengan ke kosongan, akibat kegagalan tersebut semua tugasnya dilemparkan ke Wayne Ronney, Sandro, dan pemain muda barunya Dominic Calvert-Lewin.

Solusi ini tidaklah lebih dari sperti 'sebuah poster yang di tempel' meskipun Ronney dan Calbert-Lewin telah menyumbangkan gol untuk Everton, dan juga  keputusan Koeman untuk memberikan kesempatan kepada Oumar Niasse (pria yang terlupakan di Everton) juga menyoroti masalah yang disebabkan oleh kegagalan mendapatkan pengganti Lukaku.

Berdasarkan seluruh laga yang dijalani dalam liga Premier League musim ini, Everton tercatat menciptakan 77 kali peluang, diantaranya ada 17 peluang yang mendekati sasaran, dan hanya berhasil menciptakan empat gol dari seluruh peluang tersebut. Jadi untuk kedepannya sangat jelas sekali Koeman harus memperbaharui skuad saat jendela transfer dibuka kembali pada bulan januari 2018 mendatang.

Dalam pertahanan manager asal belanda ini, 75 juta poundsterling merupakan musim panas lalu, dan ditambah dengan penukaran lukaku - Ronney menjadi 140 juta, jadi pengeluaran bersihnya hanya 65 juta poundsterling, tampak sangat konservatif dalam keadaan seperti sekarang. Namun kurangannya pencetak gol yang dapat diandalkan sangat membuat Everton kesulitan, membuat hasil menjadi buruk, kepercayaan diri pemain menjadi menurun, dan menempatkan skuad dalam posisi dibawah.

Di Liverpool, klopp memetik keuntungan yang cukup besar dari bursa transfer lalu, bentuknya adalah Sadio Mane, Philippe Coutinho, Roberto Firmino, dan Mohamad Salah, serta Daniel Sturridge yang masih berada didalam klub.

Menghasilkan gol bukanlah masalah bagi Liverpool, meskipun angka yang diciptakan mengalami sedikit penurunan dalam pekan terakhir ini. Hal ini tetap memposisikan mereka di ujung diantara yang lainnya. Dan ini bukanlah semata-mata karena ketidakmampuan dari klopp untuk merekrut penjaga gawang kelas dunia ataupun seperti pemimpin pemain tengah. Namun ini dikarenakan mengapa dirinya tidak mengincar pemain pertahanan yang lain setelah dirinya gagal mendapatkan Virgil Van Dijk? Ini juga disebabkan oleh kesalahan berulang dari tim untuk mengatasi bahaya sebelum menjadi ancaman saat bertanding.

Saat Liverpool mendapatkan bola, mereka bisa menciptakan gol, tapi tanpa adanya pemain pertahanan yang profesional, mereka telalu mudah untuk di mainkan.

Tidak ada rasa tanggunjawab atau kesadaran untuk bertahan saat bola berhasil didapatkan oleh musuh, barangkali hal ini merupakan konsekuensi yang tak pernah terelakkan dari cara bermain dengan memainkan begitubanyak pemain penyerang. Akan tetapi Manchester United, Manchester City, Chelsea dan Tottenham Hotspurs memiliki cara pernainan yang sama-sama berpikiran menyerang, namun mereka tidak mengalami kehancuran defensis yang sama dengan Lipervool.

Berbicara mengenai Jurgen Klopp, sebentar lagi dirinya akan memperingati hari jadi kedua tahunnya sebagai manager di Anfield. Akan tetapi, hingga saat ini dirinya masih belum berhasil memberantas masalah defensif untuk membuktikan dirinya jauh lebih baik dari pendahulunya, Brendan Rodgers.

Jurgen klopp dirasa tidak akan pernah bisa mengakhiri 27 tahun liverpool tanpa gelar juara, jika dirinya tidak bisa mendapatkan pemain deffensif yang dapat diandalkan untuk melakukan serangan. seperi dani alves PSG.

Dalam hal ini, kesimpulannya adalah, Koeman membutuhkan seseorang yang dapat menghetikan bola untuk masuk kedalam gawang Everton, dan Jurgen Klopp harus mendapatkan seseorang yang bisa menghentikan laju bola saat memasuki daerah bahaya Liperpool. Namun utuk hal seperti ini, ini sudah terlalu terlambat di musim ini karena celah yang telah terbuka dan dilihat oleh semua orang sebelum kampanye dimulai.

Untuk membaca Berita olahraga terlengkap lainnya silahkan klick di sini: << Agen Berita Bola Online Terpercaya >>


Comments

Popular posts from this blog

Ancelotti: Milan Perlu Waktu untuk Bersaing di Papan Atas

Perjalanan Karier Ilija Spasojevic, Hingga Bisa Menjadi WNI

Inter Mewaspadai Sampdoria Yang Sedang Tampil Ok